Jakarta, 20 November 2025 — KapanJepan turut berpartisipasi dalam Mengglobal Education & Career Expo yang diselenggarakan dalam rangka Indonesia Mengglobal (IM) 13th Anniversary di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Acara ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 17.00 WIB dan dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, serta profesional muda yang tertarik pada peluang pendidikan dan karier global. Mengglobal Education & Career Expo menjadi wadah strategis yang mempertemukan berbagai platform karier internasional dan institusi pendidikan global, sekaligus ruang eksplorasi bagi generasi muda Indonesia untuk merencanakan masa depan lintas negara.
Dalam expo ini, area pameran terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu Booth Karier dan Booth Pendidikan. Pada kategori Booth Karier, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan KapanJepan dan Work Abroad Academy by Schoters. Sementara itu, kategori Booth Pendidikan menghadirkan berbagai institusi dan organisasi pendidikan internasional ternama, di antaranya University of Liverpool, Utrecht University, Monash University, Australian National University, JASSO (Japan Student Services Organization), IDP Education, IALF, EF Education First, dan IED.
Booth KapanJepan menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang tertarik pada peluang bekerja dan berkarier di Jepang. Di booth ini, pengunjung dapat menemukan puluhan lowongan kerja di Jepang di sektor white-collar. Selain informasi lowongan kerja, KapanJepan juga memperkenalkan kelas bahasa Jepang Edulabo, sebuah program pembelajaran bahasa Jepang yang dirancang khusus untuk persiapan JLPT sebagai salah satu syarat utama bekerja di Jepang. Penguasaan bahasa Jepang menjadi faktor krusial dalam dunia kerja di Jepang, dengan ketentuan umum sebagai berikut:
Bidang white-collar (IT, engineering, business, dan profesional lainnya): Minimal JLPT N3, dan pada posisi tertentu dibutuhkan JLPT N2
Bidang Tokutei Ginou (SSW): Minimal JLPT N4
Sebagian besar lowongan pada acara ini mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N3–N2. Namun, KapanJepan juga membuka kesempatan bagi peserta yang belum memiliki kemampuan bahasa Jepang melalui program eksklusif Dejitare-Civitare.
Program Dejitare dan Civitare merupakan program rekrutmen khusus untuk bidang IT, Civil Engineer, dan Architect yang memfasilitasi pembelajaran bahasa Jepang terstruktur hingga kandidat siap bekerja dan tinggal di Jepang. Program ini sepenuhnya gratis, namun kuotanya terbatas sehingga hanya kandidat terpilih yang dapat bergabung. Bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepang secara mandiri, KapanJepan juga menyediakan program pembelajaran melalui kelas bahasa Jepang Edulabo.
Melalui informasi ini, pengunjung mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai persiapan bahasa dan kualifikasi yang perlu dipenuhi sebelum melamar kerja ke Jepang.
“Kami melihat masih banyak talenta Indonesia yang memiliki potensi besar untuk bekerja di Jepang, namun belum memahami persyaratan bahasa dan jalur karier yang tepat. Melalui booth KapanJepan, kami ingin menghadirkan informasi lowongan kerja yang konkret sekaligus solusi persiapan bahasa Jepang melalui kelas Edulabo, agar persiapan mereka lebih terarah dan realistis,” – Perwakilan KapanJepan
Selain expo, rangkaian acara IM 13th Anniversary juga meliputi:
FREE ENTRY Sessions, berupa keynote speech dan panel discussion seputar pendidikan dan karier global
PAID ENTRY Sessions, seperti IELTS Reading & Listening Simulation bekerja sama dengan IALF Indonesia, serta workshop intensif untuk pengembangan keterampilan spesifik
Rangkaian acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta, baik dari sisi akademik maupun kesiapan karier internasional.
Partisipasi KapanJepan dalam Mengglobal Education & Career Expo IM 13th Anniversary menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan talenta Indonesia melalui akses informasi, pendampingan, dan jejaring internasional. Melalui kolaborasi lintas institusi dan pendekatan berbasis edukasi, KapanJepan berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi generasi muda Indonesia dalam mempersiapkan karier global, khususnya di Jepang.