Skip to main content

KapanJepan

KapanJepan dan PPI Jepang Gelar Japan Career Day 2026, Hubungkan Talenta Indonesia dengan Peluang Kerja di Jepang

Minggu, 20 September 2026 – KapanJepan berkolaborasi dengan Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang) menyelenggarakan Japan Career Day 2026, sebuah acara daring yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan berbagai informasi dan wawasan mengenai peluang berkarier di Jepang. Mengusung tema seputar persiapan memasuki dunia kerja di Jepang, acara ini menghadirkan rangkaian Career Talk, Rirekisho Workshop, Job Opening Showcase, CV Drop, dan Senpai Lounge. Acara ini 

Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Japan Student Services Organization (JASSO), PPI Dunia, serta PROMIA (Profesional Muslim Indonesia di Jepang). Antusiasme terhadap acara ini juga terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 600 orang, menunjukkan tingginya minat mahasiswa dan talenta Indonesia terhadap peluang membangun karier di Jepang. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami kondisi dan kebutuhan pasar kerja Jepang dari perspektif recruiter, mempelajari cara mempersiapkan dokumen lamaran, memperoleh informasi mengenai berbagai peluang kerja, serta membangun koneksi dengan profesional Indonesia yang telah berkarier di Jepang. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Japan Career Day 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dan pencari kerja Indonesia untuk memperoleh informasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan langkah konkret menuju karier di Jepang.

Mengenal Pasar Kerja Jepang dari Perspektif Recruiter

Acara resmi dimulai dengan sesi Career Talk “How to Get Hired by Japanese Companies: Insights from Recruiters in Japan & Indonesia”. Sesi panel ini menghadirkan para profesional yang memiliki pengalaman langsung dalam proses rekrutmen di Jepang dan Indonesia, yaitu Kaiji Wada, CEO Career Diversity Inc.; Yuki Fujii, Recruitment Advisor di One Terrace Co., Ltd.; serta Rian Maeda dari Samurai Rekrutmen Co., Ltd.

Sesi diawali dengan Quick Insight Presentation, di mana masing-masing pembicara menyampaikan insight singkat dan praktis berdasarkan pengalaman profesional mereka. Kaiji Wada membahas kondisi pasar kerja dan peluang bagi talenta internasional di Jepang, termasuk industri, posisi, serta kebutuhan perusahaan Jepang terhadap tenaga kerja asing. Sementara itu, Yuki Fujii membahas bagaimana perusahaan Jepang melakukan proses rekrutmen dan hal-hal yang perlu dipahami kandidat internasional ketika melamar pekerjaan di Jepang.

 

Dari perspektif rekrutmen di Indonesia, Rian Maeda membagikan insight mengenai pengalaman, keterampilan, dan kemampuan yang dicari perusahaan Jepang di Indonesia. Ia juga membahas perbedaan antara kandidat yang hanya mempelajari bahasa Jepang di Indonesia dengan kandidat yang memiliki pengalaman langsung di Jepang, serta bagaimana kandidat dapat membangun keunggulan di tengah persaingan.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan Panel Discussion yang membahas perjalanan kandidat dalam proses rekrutmen di perusahaan Jepang, mulai dari tahapan seleksi hingga tantangan yang umum dihadapi kandidat. Para pembicara juga berbagi pengalaman mengenai kandidat yang pernah mengalami penolakan atau kesulitan dalam proses seleksi sebelum akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan, serta faktor-faktor yang dapat membuat seorang kandidat lebih menonjol dalam tahap screening maupun wawancara. Selain itu, diskusi membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan talenta internasional sebelum memulai pencarian kerja, termasuk pemahaman terhadap ekspektasi perusahaan Jepang, pengalaman dan keterampilan yang relevan, serta cara mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.

Membahas Detail Penulisan Rirekisho untuk Persiapan Melamar Kerja di Jepang

Bagi peserta yang sedang mempersiapkan lamaran kerja di Jepang, Rirekisho Workshop menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan. Workshop ini membahas secara lebih mendalam penulisan CV Jepang, mulai dari pengisian biodata, penyusunan Jiko PR, hingga penulisan Shibōdōki. Peserta yang bergabung juga mendapatkan template Rirekisho yang dapat langsung digunakan, sehingga mereka bisa mulai menyusun CV tanpa perlu mencari referensi dan format dari berbagai sumber di internet. Sesi ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang antusias untuk memahami cara menyusun Rirekisho dengan baik sebagai bagian dari persiapan melamar kerja di Jepang.

Beragam pertanyaan yang muncul menunjukkan bahwa masih banyak peserta yang membutuhkan pemahaman lebih lanjut, terutama dalam menyusun bagian Jiko PR dan Shibōdōki. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas, tetapi juga bekal praktis yang dapat langsung digunakan untuk mempersiapkan Rirekisho mereka.

Membuka kesempatan langsung dengan Job Opening Showcase dan CV Drop

Tak hanya mendapatkan insight, peserta juga berkesempatan untuk langsung terhubung dengan peluang kerja yang tersedia. Dalam sesi ini, KapanJepan memperkenalkan berbagai lowongan yang sedang dibuka, baik untuk posisi STEM maupun non-STEM, sekaligus memberikan penjelasan mengenai posisi, kualifikasi, dan peluang yang tersedia.

 

Tidak berhenti pada sesi berbagi informasi, peserta yang tertarik juga dapat langsung mengikuti CV Drop dengan menyerahkan CV mereka untuk dipertimbangkan dalam proses rekrutmen. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai peluang kerja yang tersedia, tetapi juga memiliki kesempatan untuk langsung mengambil langkah dan menghubungkan diri dengan peluang karier di Jepang.

Connect dan Networking Bersama Profesional Indonesia di Jepang

Japan Career Day 2026 ditutup dengan Senpai Lounge, sesi networking yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbincang secara santai dan lebih dekat dengan para profesional Indonesia yang telah membangun karier di Jepang. Melalui sesi sharing, para senpai berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier, kehidupan profesional, serta tantangan yang mereka hadapi selama bekerja di Jepang. 

Sesi ini menghadirkan tiga profesional Indonesia dari latar belakang dan bidang yang beragam, yaitu Andy Laver, SATO Global FP&A Lead and Finance Business Partner at LIXIL; Afifa Ayu Koesoema, Biochemist di Honda Research Institute Japan; serta Triska Wardana (Wisnu), Environmental Auditor di SCS Global Services.

Sebelum memasuki sesi diskusi, masing-masing senpai memperkenalkan latar belakang pendidikan, perjalanan menuju Jepang, serta peran dan tanggung jawab mereka dalam pekerjaan saat ini. Mereka juga berbagi pengalaman mengenai alasan memilih Jepang sebagai tempat berkarier serta berbagai pengalaman yang membentuk perjalanan profesional mereka.

Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa breakout room berdasarkan bidang dan latar belakang, sehingga dapat berdiskusi secara lebih dekat dengan para senpai. Topik yang dibahas mencakup perjalanan dari bangku kuliah hingga mendapatkan pekerjaan di Jepang, tantangan saat memulai karier, keseharian bekerja di Jepang, pengalaman bekerja bersama rekan kerja Jepang, hingga keterampilan dan pengalaman yang mendukung perkembangan karier. Para senpai juga memberikan tips bagi mahasiswa dan fresh graduates yang ingin berkarier di Jepang, termasuk hal-hal yang sebaiknya mulai dipersiapkan sejak masa kuliah. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara langsung, berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai kehidupan dan karier di Jepang.

Melalui format yang lebih interaktif dan personal, Senpai Lounge menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan insight langsung dari mereka yang telah lebih dulu menjalani perjalanan karier di Jepang, sekaligus membangun koneksi dengan sesama peserta yang memiliki ketertarikan untuk berkarier di Jepang.

Langkah Selanjutnya Menuju Karier di Jepang

Japan Career Day 2026 menunjukkan pentingnya akses terhadap informasi yang relevan, praktis, dan interaktif bagi mahasiswa Indonesia yang ingin membangun karier di Jepang. Melalui rangkaian sesi yang menggabungkan wawasan dari recruiter, workshop, akses terhadap peluang kerja, hingga networking bersama profesional, peserta mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai langkah yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja di Jepang.

KapanJepan hadir untuk mendukung perjalanan tersebut melalui ekosistem yang terintegrasi, mulai dari pelatihan bahasa Jepang melalui EduLabo, panduan rute pendidikan melalui Nihongo Gakko, Senmon Gakko, dan program S1, hingga akses terhadap peluang kerja dengan dukungan visa Gijinkoku. Melalui akses informasi dan dukungan yang lebih terarah, KapanJepan terus membuka jalan bagi talenta Indonesia untuk mempersiapkan dan mengembangkan karier mereka di Jepang.